Dermatitis akneiform
Acneiform DermatitisErupsi kulit menyerupai akne, dengan papulonodul, pustula, komedo, atau kista di wajah, batang tubuh, dan ekstremitas. Penyebabnya meliputi infeksi dan obat tertentu seperti antibiotik serta steroid.
10.048 profil bersumber. Halaman 132 dari 838: Dermatitis akneiform hingga Dermatitis spongiotik.
Cari atau saring profil →Erupsi kulit menyerupai akne, dengan papulonodul, pustula, komedo, atau kista di wajah, batang tubuh, dan ekstremitas. Penyebabnya meliputi infeksi dan obat tertentu seperti antibiotik serta steroid.
Bentuk umum eksem yang ditandai peradangan kulit kronis, kekeringan, gatal, dan iritasi. Sering muncul pada pasien dengan alergi dan dapat lebih umum terlihat pada lipatan kulit atau kulit kepala.
Dermatitis fotoalergi termasuk dermatitis kontak alergi. Fotoantigen pada kulit memicu respons hipersensitivitas lambat pada individu yang sebelumnya tersensitisasi terhadap zat sama. Gejala berupa papul eritematosa, vesikel, atau eksem.
Dermatitis fototoksik termasuk dermatitis iritan. Paparan sinar ultraviolet matahari menyebabkan atau mencetuskan penyakit. Bahan fototoksik atau fotoalergik juga dapat memediasi respons terhadap sinar ultraviolet.
Reaksi inflamasi kulit terhadap berbagai antigen organik dan anorganik. Gangguan ditandai massa menyerupai tumor atau nodul granulomatosa berisi histiosit teraktivasi, sel epiteloid, dan sel raksasa berinti banyak.
Dermatitis iritan termasuk dermatitis kontak. Kontak berulang dengan zat iritan, gesekan, cairan, atau suhu merugikan memicu radang kulit. Gejala sering berupa eritema, edema, sisik, nyeri, gatal, atau rasa terbakar.
Dermatitis kontak alergi termasuk penyakit alergi dan dermatitis kontak. Reaksi kulit alergi terjadi pada tempat kontak dengan bahan kimia atau zat yang dikenali imun sebagai asing. Kulit menjadi merah, gatal, dan mengeluarkan cairan.
Dermatitis kontak alergi kelopak mata termasuk penyakit alergi dan dermatosis kelopak mata noninfeksi. Eksem, gatal, vesikel eritematosa, atau papul terjadi pada kelopak mata. Dasarnya reaksi hipersensitivitas tipe IV terhadap alergen atau iritan.
Peradangan kulit di daerah popok ini disertai infeksi Candida. Ruam merah terang memiliki tepi tegas dan lesi satelit; lipatan kulit sering terkena.
Reaksi inflamasi kulit akut ini dipicu obat, terutama agen kemoterapi, beberapa minggu atau bulan setelah radioterapi. Reaksi terbatas pada kulit yang sebelumnya diradiasi dan gejalanya menghilang setelah agen pemicu dihentikan menurut sumber.
Dermatitis serkaria termasuk skistosomiasis dan penyakit kulit. Respons radang kulit jangka pendek terkait penetrasi serkaria skistosoma burung Austrobilharzia variglandis. Kulit memerah dan gatal saat di air atau segera sesudah keluar; papul menonjol yang gatal muncul dalam beberapa jam.
Peradangan kulit kronis yang ditandai rasa gatal dan ruam pada dada serta perut. Lebih banyak mengenai pria dan biasanya terjadi pada usia relatif muda.