Sistem reproduksi
Organ reproduksi berperan dalam pembentukan sel reproduksi, produksi hormon, dan fungsi reproduksi. Pembagian sistem digunakan untuk navigasi. Organ dan proses tubuh dapat berkaitan dengan lebih dari satu sistem.
10.048 profil bersumber. Halaman 757 dari 838: Sistem reproduksi hingga Sistitis noninfeksi.
Cari atau saring profil →Organ reproduksi berperan dalam pembentukan sel reproduksi, produksi hormon, dan fungsi reproduksi. Pembagian sistem digunakan untuk navigasi. Organ dan proses tubuh dapat berkaitan dengan lebih dari satu sistem.
Sistem saraf menerima dan meneruskan informasi serta mengoordinasikan respons tubuh. Pembagian anatominya mencakup sistem saraf pusat dan perifer. Pembagian fungsional, seperti sensorik dan motorik, menjelaskan arah serta peran sinyal. Semua bagian tersebut merupakan satu sistem yang saling terintegrasi.
Ginjal dan saluran urine membentuk serta mengalirkan urine, berkaitan dengan keseimbangan cairan tubuh. Pembagian sistem digunakan untuk navigasi. Organ dan proses tubuh dapat berkaitan dengan lebih dari satu sistem.
Sistem pembuluh tempat darah melewati satu jaringan kapiler lalu jaringan kapiler kedua sebelum kembali ke sirkulasi sistemik. Istilah ini terutama mengacu pada sistem portal hepatik.
Sisterna subaraknoid antara splenium corpus callosum dan permukaan atas serebelum, posterior batang otak serta ventrikel ketiga. Dilalui vena serebral besar dan kelenjar pineal menonjol ke dalamnya.
Sistin menumpuk secara abnormal dalam lisosom. Definisi sumber menyatakan pola pewarisan autosomal resesif. Dasar genetiknya berupa mutasi gen CTNS yang berada pada kromosom 17.
Kelainan metabolik herediter autosomal resesif ini disebabkan oleh mutasi SLC3A1 atau SLC7A9. Ditandai oleh reabsorpsi sistin yang tidak memadai pada tubulus proksimal ginjal.
Infeksi ini berkaitan dengan cacing pita Taenia solium. Infeksi dapat mengenai sistem saraf pusat, jantung, otot, jaringan subkutan, dan mata. Neurosistiserkosis menyebabkan kejang, gangguan mental, defisit neurologis fokal, dan lesi intraserebral.
Sistitis akut merupakan infeksi akut pada kandung kemih. Infeksi pada kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri.
Peradangan dinding kandung kemih yang menimbulkan frekuensi dan urgensi berkemih, rasa tidak nyaman, nyeri panggul, serta nyeri saat hubungan seksual. Secara morfologis terdapat infiltrat inflamasi transmural kandung kemih yang mengandung sel mast.
Sistitis interstisial kronis termasuk sistitis kronis. Sensasi tidak menyenangkan terkait kandung kemih dan saluran kemih bawah terjadi tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Gejala meliputi nyeri, tekanan, rasa tidak nyaman, disuria, atau frekuensi berkemih meningkat.
Kondisi ini berupa peradangan kandung kemih yang tidak disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Contohnya mencakup sistitis interstisial dan sistitis akibat radiasi.